Detail Buku
Integrasi Gerilya Darul Islam / Tentara Islam Indonesia (DI/TII) Ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) (2012)
| Penulis | Mohammad Natsir Sitonda |
| Penerbit | YPMN Makassar |
| Ketersediaan | 1 buku |
| Status | Tersedia |
Sinopsis:
Buku ini menjelaskan tentang Gerakan Darul Islam/ Tentara Islam Indonesia (DI/TII) di Massenrempulu, mulai dari Proklamasi DI/TII untuk Sulawesi dan Indonesia Timur lainnya sebagai bagian dari Negara Islam Indonesia yang berpusat di Jawa Barat; DI/TII Membangun pemerintahan sipil dan militer; Menjalankan fungsi-fungsi negara seperti pelaksanaan peraturan Darul Islam, membangun ekonomi, termasuk melaksanakan pendidikan kepada anggotanya.
Buku ini juga berupaya menggambarkan Proses Integrasi dan penyadaran gerilyawan DI/TII, terkait integrasi orang dan perubahan pola pikir dan pengakuan Ideologi Pancasila dan UUD 45 sebagai Ideologi dan Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pembinaan jiwa nasionalisme-membangun jiwa kebangsaan gerilyawan DI/TII, juga diungkapkan secara gamblang dalam buku ini. Agaknya himbauan, seruan, ajakan, diplomasi, penumpasan dengan kekuatan militer, tidak sepenuhnya berhasil, sehingga upaya nyata berupa pembinaan di sentra-sentra eks Gerilyawan perlu dilakukan, bahkan Indoktrinasi menjadi sebuah pilihan. Membangun lembaga pembina di sentra-sentra gerilya DI/TII, seperti pengangkatan Babinsa (Bintara Bina Desa), Hansip (Pertahanan Sipil) dari tentara dan kemudian ditambah dengan Binmas (Bimbingan Masyarakat) dari Kepolisian; Pembinaan melalui bantuan pekerjaan seperti pertanian dan pekerjaan lain; Pemberian bantuan bagi pamongpraja dan mahasiswa atau pelajar korban kekacauan; Pembinaan melalui pendidikan indoktrinasi terhadap bekas gerilyawan DI/TII. Hal itulah yang kemudian melatarbelakangi munculnya kebijakan pembentukan Koramil, Babinsa, Linmas.